Perlukah Semua Alat Seduh Kopi Dimiliki oleh Seorang Penikmat Kopi?

“Biasa pakai alat seduh kopi apa Om dirumah?” tanya seorang Barista kepada bapak yang berdiri disebelahku yang kemudian dengan santainya ia menjawab, banyak.

Banyak? seberapa banyak sih? tanyaku dalam hati, kusesap kopiku, sembari mengingat Vietnam drip pemberian mantan  pacarku yang belum aku cuci setelah kami putus 3 bulan lalu. Satu-satunya alat seduh kopi milikku selain penggiling kopi manual yang burr-nya sudah mulai menipis.

“V60, Kalita, French Press, dan Clever dripper, oiya, Aeropress!”  lanjutnya sembari menunjuk alat-alat yang disebutnya itu.

“Om mau buka kedai kopi yah?” dengan semangatnya Barista itu kembali bertanya karena hampir semua alat seduh yang tersedia di kedainya  juga dimiliki oleh bapak ini. Mereka berdua terdengar begitu akrab membicarakan proses seduh dari beberapa alat seduh itu dan hasilnya. Aku hanya mampu tersenyum ketika sang bapak coba mengajak aku ikut dalam keseruan mereka menghitung berat kopi, air yang digunakan untuk menyeduh, teknik menuang air dan hasilnya.

“Saya terbiasa tubruk mas” jawabku ketika akhirnya sang barista bertanya padaku.

Tubruk, metode seduh paling umum digunakan oleh masyarakat kita, cepat dan praktis tanpa perlu memiliki berbagai alat seduh kopi yang telah disebutkan diatas, anda bisa menikmati secangkir kopi hitam dalam waktu yang singkat.

Mengapa sekarang banyak sekali alat seduh kopi yang beredar, apalah guna seseorang memiliki begitu banyak alat seduh di rumah, apa yang mereka cari dari setiap seduhan dengan berbagai alat seduh tersebut?

Bagi sebagian orang, kopi itu jauh dari sekedar hasil akhir. Secangkir kopi hanyalah bagian kecil dari rangkaian proses yang dimulai dengan menanam kopi, kemudian melalui proses pemetikan, pencucian, pengeringan dan sangrai yang akhirnya hadir di hadapan kita. Sejauh mana kita hendak terlibat di dalam rangkaian proses tersebut, besar atau kecil kembali kepada individu masing-masing. Kita dapat memilih untuk menggiling biji kopi secara manual dengan tangan dan menyeduh dengan cara yang memaksa kita menggunakan seluruh indera perasa lalu tenggelam dalam sebuah ritual menyeduh kopi selama sepuluh atau lima belas menit.

Tentu saja, terkadang kita tidak memiliki waktu begitu banyak untuk sekedar menyeduh kopi. Kita bisa menggiling kopi dengan mesin giling ketimbang berjibaku dengan gagang besi alat giling kopi manual. Jika cepat atau lambat menjadi masalah, ada juga beberapa alat seduh dan metode yang menawarkan kopi yang nikmat hanya dengan waktu lima menit.

Menemukan alat dan tehnik yang cocok untuk kita merupakan hal menantang dalam menyeduh kopi. Berikut beberapa metode dengan waktu seduh yang cepat dan lambat.
  1.  Aeropress; panaskan air, timbang biji kopi, masukkan ke mesin penggiling. Lepas Aeropress jadi dua, masukkan kopi, tuang air kemudian aduk, tunggu beberapa menit lalu tekan di atas cangkir. Secangkir kopi yang nikmat hadir dalam waktu 5 menit, bahkan membersihkannya hanya membutuhkan waktu tiga menit saja.
  2. Frenchpress, alat ini paling mudah, hampir sama dengan tubruk, tuangkan air langsung ke atas kopi, rendam selama 4 menit kemudian tekan penyaring dan tuang.
  3. Dripper, beragam merk dan bentuk alat penyaring kopi untuk metode ini, sebut saja Chemex, Hario V60, Kalita Wave, Kono, December dan masih banyak lagi. Banyak disenangi pecinta kopi akan hasil seduh kopi yang “sangat nikmat”, tipis seperti teh. Anda pun akan merasa seperti seorang ilmuwan ketika menggunakannya.  Dimulai dengan menimbang biji kopi, memanaskan air hingga suhu tertentu, dan memperhatikan proses penuangan air yang pelan dan bertahap dengan seksama hingga secangkir kopi dapat anda nikmati. Waktu seduh pun beragam, sesuai dengan tehnik penuangan air atau seberapa halus anda menggiling biji kopi. Tercepat, delapan menit dan terlama bisa sampai lima belas menit dengan segala persiapannya.


Menyeduh kopi sendiri terkadang memberikan hasil akhir yang kurang memuaskan, hal ini dapat disebabkan oleh apak akibat penyimpanan kopi yang tidak baik (terpapar udara), hasil giling yang tidak merata, juga waktu seduh yang terlalu cepat atau terlalu lama. Namun, jika semua dilalui dengan benar, siapapun yang bersedia meluangkan waktunya lebih lama akan memiliki kepuasan batin tersendiri dengan hasilnya.

Share this:

Tentang Warung Kopi Indonesia

Diantara petani dan peminum kopi kami berada, menyangrai serta menyeduhkan hasil tanam petani kopi Indonesia dari daerah asal yang beragam.